Sakit Maag - Sakit Maag dan Lika-Likunya

Sakit maag atau yang oleh sebagian orang disebut sebagai tukak lambung ini sepertinya sudah menjadi salah satu penyakit pencernaan yang umum dikenal dan diderita oleh masyarakat kita. Hampir semua orang, kemungkinan besar pernah merasakan minimal salah satu dari gejala penyakit ini pada tingkatan yang berbeda-beda. Penyakit yang biasanya ditandai dengan rasa tidak nyaman pada lambung si penderita serta rasa nyeri di bagian perut bagian atas atau di sekitar ulu hati ini seringkali disertai juga dengan rasa perih, perut terasa kembung hingga rasa mual. Tidak jarang si penderita juga muntah, terutama jika mereka sudah berada pada tahap sakit maag akut.

Untuk mengenal penyakit ini secara lebih dekat, simak ulasan singkat dalam artikel ini.

Apa Sebenarnya Sakit Maag Itu?

Pada dasarnya sakit maag adalah rasa sakit atau nyeri yang timbul karena cairan pencernaan yang diproduksi oleh lambung si penderita atau yang lebih kita kenal dengan istilah asam lambung mengikis lapisan yang ada pada saluran pencernaan termasuk dinding lambung dan lapisan pada ujung usus halus.

Seperti kita ketahui bahwa dalam keadaan normal, tubuh kita menghasilkan cairan pencernaan atau asam lambung yang bertujuan untuk membantu proses pencernaan tubuh. Tetapi pada kasus terjadinya sakit maag ini, asam lambung tersebut  diproduksi secara berlebihan sehingga mengakibatkan terjadinya pengikisan lapisan saluran pencernaan.

Secara alami, tercipta keseimbangan antara asam lambung dengan lapisan lendir yang melindungi lambung atau mukosa lambung. Produksi asam lambung yang meningkat terutama pada jam-jam makan karena memang tubuh memerlukannya untuk mencerna setiap asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh tidak mengganggu lapisan tersebut. Ketika tubuh tidak memerlukan cairan pencernaan ini, maka secara otomatis dan alami produksinya akan menurun. Hal inipun tidak berpengaruh apa-apa terhadap lapisan lambung. Namun, apabila seseorang terbiasa menunda-nunda waktu makannya, maka ia sedang menuju ke suatu kondisi yang sangat tidak mengenakkan, yaitu kemungkinan terkena sakit maag.

Mengapa demikian?

Produksi asam lambung yang banyak ditujukan untuk mencerna makanan yang kita konsumsi pada jam-jam makan kita. Oleh karena itu, masing-masing kita harus ingat bahwa menunda waktu makan berarti membiarkan lambung kosong, tanpa ada makanan untuk dicerna, sementara produksi asam lambung tinggi. Lambung dan asam lambung tetap melakukan tugasnya, baik ada atau tidak ada makanan di dalamnya. Idealnya, pencernaan terjadi ketika ada makanan di dalam lambung. Jika tidak ada makanan, maka terjadi ketidakseimbangan yang akan menyebabkan kerusakan pada lapisan lambung yang jika terjadi dalam jangka waktu yang panjang, akan menimbulkan kerusakan pada lapisan lambung atau yang sering kita sebut sakit maag.

Jenis-Jenis Sakit Maag

Ada 2 macam sakit maag yang dikenal secara umum, yakni:

Bila dilihat dari tingkat keseriusan dari sakit maag, maka dapat kita bedakan menjadi:

Apa Saja Gejala Sakit Maag?

Berikut beberapa gejala sakit maag yang umum dijumpai pada penderita penyakit ini:

1. Rasa perih, nyeri atau sakit di perut bagian atas, terutama di daerah ulu hati - Kadang-kadang rasa nyeri ini menjalar hingga ke daerah tulang dada dan bahkan tulang punggung. Rasa sakit ini bisa berlangsung selama beberapa menit hingga beberapa jam. Mengkonsumsi antacid atau obat yang berfungsi menahan asam lambung dapat meredakan sakit yang dirasakan di penderita.

2. Berat badan menurun.

3. Nafsu makan berkurang atau hilang.

4. Perut terasa kembung, mual atau muntah setelah makan.

5. Pada tahap yang lebih akut, BAB disertai dengan darah bisa dialami oleh penderita sakit maag. 

Penyebab Sakit Maag

Setelah mengetahui tentang beberapa gejala penyakit ini, saatnya bagi kita untuk mengenal berbagai hal yang bisa menjadi penyebab sakit maag, yaitu:

1. Stress

Seseorang yang sedang mengalami stress dipercaya memproduksi asam lambung secara berlebih, sehingga hal ini dapat menyebabkan sakit maag ini.

2. Gaya Hidup Yang Kurang Baik

Dalam hal ini berhubungan dengan makanan dan minuman yang dikonsumsi maupun kebiasaan merokok. Makanan-makanan pedas, asam atau tinggi lemak berpotensi menyebabkan radang pada lapisan dinding lambung yang pada akhirnya menjadi sakit maag. Demikian juga dengan minuman berkafein dan beralkohol.

3. Penggunaan Obat-Obatan tertentu

Beberapa jenis obat seperti obat penghilang rasa sakit misalnya aspirin maupun obat rematik memiliki potensi mengakibatkan ketidakseimbangan pada lambung yang mengarah pada sakit maag. Perhatikan jika akan mengkonsumsi obat-obat tertentu, terutama obat yang baru bisa dikonsumsi setelah makan.

4. Bersifat Keturunan

Mereka yang secara genetik memproduksi asam lambung dalam jumlah berlebih tentu saja sangat rentan terhadap sakit maag ini.

5. Bakteri Helicobacter Pylori atau H. pylori

Kurang lebih 67% dari total penduduk di muka bumi ini, di dalam perutnya terdapat bakteri H. pylori. Bakteri patogen ini menjadi salah satu sumber infeksi lambung yang menyebabkan sakit maag.  Penelitian menunjukkan bahwa bakteri ini terdapat pada 80% penderita sakit maag.

Secara umum sakit maag yang tidak disertai dengan komplikasi, cukup mudah disembuhkan. Pengobatan dengan antibiotik maupun antacid merupakan cara yang paling umum digunakan karena dapat mebantu mengurangi produksi asam lambung berlebih. Obat-obatan herbal juga banyak digunakan untuk menyembuhkan penyakit ini. Walaupun demikian, penderita harus tetap waspada karena sakit maag dapat mengakibatkan kondisi yang berbahaya seperti kurang darah, kanker perut maupun perdarahan.

Pada penderita yang memiliki bakteri H. pylori, maka kemungkinannya sakit maag ini akan kambuh lagi kecuali sudah dirawat secara tuntas.

Nah, supaya terhindar dari penyakit ini, sebaiknya anda menghindari faktor-faktor penyebab di atas selain menerapkan pola hidup sehat dan pola makan teratur. Menjaga kesehatan akan tetap membuat Anda bugar dan terhindar dari berbagai penyakit, termasuk sakit maag.

Ada beberapa cara mengobati sakit maag baik dengan cara operasi maupun tanpa operasi seperti dengan antibiotik, obat pengurang asam lambung, obat herbal dan juga melalui endoskopi.
Dengan pemeriksaan ini akan diketahui tingkat keparahan sakit maag serta cara pengobatan yang tepat sasaran sehingga bisa memberikan hasil yang maksimal dalam mengatasi keluhan sakit maag Anda.
Dengan mengetahui apa saja yang menjadi pantangan sakit maag, Anda dapat dengan segera berusaha sebaik mungkin untuk menghindarinya agar terhindar dari sakit maag sekaligus meningkatkan kesehatan Anda secara keseluruhan.
Penyebab sakit maag sangat beragam, mulai dari bakteri hingga karena faktor keturunan. Dengan mengetahui penyebab sakit maag, akan memudahkan kita dalam menentukan jenis pengobatan yang paling tepat.
Dengan mengenal berbagai gejala sakit maag, kita akan semakin waspada dan berhati-hati, terutama jika gejala tersebut mengarah kepada hal-hal yang dapat membahayakan kesehatan dan keselamatan kita.

Copyright 2011 sakitmaag.net
sakitmaag.net | Privacy Policy And Disclaimer | Contact Us | Sitemap